Minggu, 15 September 2013

#2

aku ingin mencintai dan melupakanmu dengan sederhana

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti embun hinggap di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti mata yang bekedip
menyambut pagi, dan daun jendela
yang mengintip matahari

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti gerimis pada jendela dan uap napasmu menulis nama: 'kita'

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sedeerhana
seperti waktu yang tak pernah berhenti dan senyummu yang mengabdikannya

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti sebuah peluk yang sebentar
dan satu kecup yang perlahan saja

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata rindu yang kuucap dan kau membalasnya dengan 'aku juga'

tapi aku ingin melupakanmu

aku ingin melupakanmu dengan sederhana
sesederhana air mata yang mengalir
sesederhana genggam tangan yang terlepas

tapi aku ingin mencintaimu


Cinta Dengan Titik
Bernard Batubara

#1

tak ada yang berubah meski kenangan sudah berhasil kau kemas dan luka tak lagi membuatmu cemas. sebab kepergian selalu terasa nyata dan kesepian selalu mencari teman. di depan cermin ada sejarah yang mengulang-ulang dirinya, memanggilmu dari kejauhan. aku bersembunyi di sudut lain membiarkanmu menatap wajah yang selama ini bertarung dengan ragu:

benarkah sejauh ini pernah ada kita di situ?

tak ada yang terganti meski ingatan tergulung rapi dan kau sudah menyediakan ruang yang lain lagi. sebab ruang yang kau peram selalu memantulakn diri setiap kali kau mulai meraba pipi:

di depan cermin kau membayangkan tanganku mengusap lagi wajahmu, menyentuh kembali kenangan itu. ada yang mengalir di pipimu, tapi bukan air mata. seperti ingatan yang mencair dan mencari rumah. rindu yang pergi dan pulang ingin sekali rebah.

tak ada rumah yang kau ingat di balik cermin itu. sebab tak pernah ada kau dan aku.



Cinta Dengan Titik
Bernard Batubara

masa lalumu?

aku ingin menjadi seseorang yg baru di dalam hidupmu. membuatmu melupakan dia, masa lalumu. menjadikanmu orang yang baru, lebih baik tentunya.
membuat cerita baru, tentang kita. bukan dia atau dia dari masa lalu kita. menutup buku masa lalu, meninggalkan namun tidak melupakan masa lalu sebagai pembelajaran.
aku ingin membuatmu menjadikanku hanya aku di dalam hidupku. melupakannya, masa lalumu.
namun, kau terjebak di dalamnya. tidak bisa keluar karena memang dirimu sendirilah yg membuatmu terjebak dalam masa lalumu.
tak bisakah kau melihatku sebagai masa depanmu?
tak bisakah kau melihatku sebagai seorang yg baru yg bisa membuatmu menjadi lebih baik?
ah ya, lagi lagi semuanya karena lima huruf satu kata itu. kau terlalu CINTA dengannya, masa lalumu.
semua karena CINTA.

ini salah

ini salah. ini sebuah kesalahan. ketika hari ini kahirnya datang. entah apa yg terjadi denganku. berada didekatmu menjadi berbeda. tidak lagi seperti dulu. aku yg kukenal bukanlah aku yg sekarang. semuanya berbeda.
ada hati yg terluka saat melihatnya. ada air mata yg tertahan, mencoba tegar menerima semuanya.
aku lelah. selalu dijadikan pilihan, bukan menjadi yg utama.
aku lelah, melewati hari0hati suram tanpa ada satupun tangan kokoh yg menggenggam dan merangkulku. menguatkanku dan mencoba membuatku bertahan, seraya berkata. bahwa ini semua baik-baik saja.
bertahan dalam kondisi seperti ini. melelahkan.
selalu datang orang yang salah, waktu yang salah, kondisi yang salah. hati yang belum cukup untuk bisa menerima.
aku benci lima huruf, satu kata itu. yang bagi semua orang di dunia ini selalu dijadikan sebagai dewa. diagung-agungkan, dibutakan, dan menjadi gila karenanya.
rasanya menyakitkan, sepi, sendiri.
ada butiran bening yang mulai mengalir menuruni pipiku. ini salah, ini benar-benar salah.
tuhan, hal ini membuatku semakin gila. aku bukan lagi aku.
tuhan, aku membenci kata itu.
CINTA